PortNews.id – Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) berpartisipasi dalam Maritime Expo 2026 yang digelar di Gedung Kementerian Perhubungan RI dalam rangka peringatan Day of the Seafarer 2026, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Pada peringatan tahun ini, International Maritime Organization (IMO) mengangkat tema “From Policy to Practice: Powering Maritime Excellence” yang menekankan pentingnya implementasi kebijakan maritim secara efektif guna mewujudkan sektor maritim yang unggul, aman, dan berdaya saing global.
Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan apresiasi kepada para pelaut Indonesia yang selama ini berperan penting dalam menjaga konektivitas maritim nasional.
“Selamat Hari Pelaut Indonesia 2026. Terima kasih atas dedikasi para pelaut yang telah menghubungkan Indonesia dengan dunia. Pelaut merupakan pilar penting dalam menjaga kelancaran perdagangan, logistik, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Partisipasi ABUPI bersama anggota Badan Usaha Pelabuhan (BUP) turut meramaikan Maritime Expo 2026. Sejumlah perusahaan yang terlibat antara lain PT Chandra Pelabuhan Nusantara, PT Krakatau International Port, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri, PT Langlang Laju Layang, PT Ambapers, PT Indonesia Multi Purpose Terminal, PT Trans Yeong Maritime, dan PT Usaha Bersama Maritim.
Melalui booth ABUPI, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai pengembangan usaha pelabuhan, program pendidikan dan pelatihan melalui Port Learning Center (PLC), sertifikasi profesi melalui LSP Pelabuhan, serta berbagai peluang kolaborasi di sektor maritim dan logistik.
ABUPI menilai keikutsertaan dalam Maritime Expo 2026 menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung penguatan sumber daya manusia maritim, peningkatan daya saing pelabuhan nasional, serta pembangunan ekosistem maritim Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
“Pelabuhan yang maju lahir dari kolaborasi yang kuat. ABUPI akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat maritim untuk membangun ekosistem pelabuhan yang modern, efisien, dan berdaya saing global,” tutup Liana.
















