PortNews.id – Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) melakukan pertemuan strategis dengan Northwest Seaport Alliance (NWSA) Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional dan pertukaran pengetahuan di sektor kepelabuhanan dan logistik maritim, yang berlangsung di Tacoma, Washington, Amerika Serikat, pada 17 Juni 2026.
Northwest Seaport Alliance merupakan aliansi operasional antara Port of Tacoma dan Port of Seattle yang telah menjadi salah satu gateway perdagangan dan peti kemas terbesar di Amerika Utara. Pada tahun 2024, NWSA menangani sekitar 3,3 juta TEUs, melayani perdagangan dengan 176 negara, serta mencatat nilai perdagangan mencapai hampir USD 76 miliar.
Dalam pertemuan tersebut, ABUPI mempelajari keberhasilan NWSA dalam mengembangkan model Landlord Port, yang mengintegrasikan peran pemerintah sebagai pemilik aset strategis dengan partisipasi sektor swasta dalam pengoperasian terminal dan pengembangan infrastruktur. Model ini dinilai berhasil meningkatkan efisiensi, menarik investasi, serta memperkuat daya saing pelabuhan secara berkelanjutan.

ABUPI juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan ekosistem logistik terintegrasi yang menghubungkan pelabuhan dengan jaringan kereta api kargo nasional BNSF Railway dan Union Pacific Railroad, sehingga menciptakan konektivitas yang efisien antara pelabuhan, kawasan industri, pusat distribusi, dan pasar domestik Amerika Utara. Integrasi pelabuhan, kawasan industri, dan transportasi multimoda tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan pelabuhan modern dan hinterland logistics di Indonesia.
Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan bahwa pengalaman Northwest Seaport Alliance memberikan pelajaran berharga bagi transformasi sektor kepelabuhanan Indonesia.
“Keberhasilan Northwest Seaport Alliance menunjukkan bahwa kolaborasi antarpelabuhan, konektivitas logistik yang kuat, investasi jangka panjang, serta komitmen terhadap keberlanjutan merupakan fondasi utama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing global. Pengalaman ini sangat relevan bagi Indonesia yang tengah mempercepat pengembangan ekosistem pelabuhan yang modern, terintegrasi, dan mampu mendukung pertumbuhan industri nasional,” ujar Liana Trisnawati.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Tong Zhu berencana melakukan kunjungan balasan ke Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret, termasuk investasi infrastruktur pelabuhan, pertukaran pengetahuan dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi strategis antara pelabuhan di Indonesia dan Amerika Serikat.
Sebagai Asosiasi yang mewadahi badan usaha pelabuhan di Indonesia, ABUPI akan terus mendorong pertukaran pengalaman dan kolaborasi internasional guna memperluas wawasan serta peluang pengembangan bisnis bagi para anggotanya.
















