PortNews.id – Operasional penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk sempat mengalami gangguan akibat cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali. Sejumlah kapal dilaporkan mengalami kesulitan saat proses sandar di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi maupun Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan bongkar muat kapal dan memicu kepadatan antrean kendaraan di kawasan pelabuhan. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar enam kilometer sampai kawasan Watu Dodol.
Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satuan Pelayanan Pelabuhan Ketapang, Rahut, mengatakan dampak cuaca buruk masih terasa hingga Kamis (21/5), meski kondisi mulai berangsur membaik.
“Cuaca buruk kemarin menimbulkan efek domino, dampaknya masih terasa sampai sekarang,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, kondisi air laut surut di dermaga Landing Craft Machine (LCM) di kedua sisi pelabuhan turut memengaruhi kelancaran proses bongkar muat kapal.
Meski demikian, operasional penyeberangan tetap berjalan dengan mengoperasikan sebanyak 28 kapal atau sama seperti layanan pada kondisi normal.
Secara bertahap, aktivitas pelayanan di Pelabuhan Ketapang mulai kembali normal seiring membaiknya kondisi cuaca di perairan Selat Bali.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Kantor Layanan Meteorologi Ketapang–Gilimanuk, Yudhi Nugraha Septiadi, menjelaskan cuaca buruk yang terjadi sebelumnya dipicu angin kencang dengan kecepatan mencapai 13 knot disertai tinggi gelombang sekitar 0,7 meter.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kapal mengalami kendala saat sandar di dermaga dan berdampak terhadap keterlambatan operasional penyeberangan.
BMKG juga memperkirakan potensi hujan ringan masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari dengan tinggi gelombang mencapai satu meter.
“Untuk Jumat hingga Sabtu masih ada potensi hujan ringan pada sore hari. Update prakiraan cuaca akan terus kami sampaikan melalui rilis berikutnya,” kata Yudhi.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan operasional pelabuhan guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan lancar bagi pengguna jasa.***
















