portnews.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mewacanakan pemindahan pelabuhan di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik menuju Balikpapan.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, usai melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, termasuk pembahasan bersama Bupati Penajam Paser Utara.
Menurut Rudy, lokasi pelabuhan yang ada saat ini dinilai belum optimal dalam mendukung kelancaran arus logistik, khususnya untuk distribusi kebutuhan pokok seperti ikan, beras, dan telur ke Balikpapan.
“Saya sudah sampaikan, pelabuhan jangan di situ lagi. Kita geser agar aksesnya lebih baik dan masyarakat bisa menikmati wajah baru kawasan pesisir,” ujarnya.
Pemprov Kaltim mengusulkan relokasi pelabuhan ke kawasan Nenang dan Nipah-Nipah. Lokasi tersebut dinilai lebih strategis karena berjarak sekitar 3,8 kilometer atau kurang lebih 2 mil laut dari Pelabuhan Semayang.
“Jaraknya hanya sekitar 3,8 kilometer atau kurang lebih 2 mil laut. Waktu tempuhnya bisa sekitar lima menit saja,” ungkap Rudy.
Ia menilai pemindahan pelabuhan akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan distribusi barang sekaligus menekan biaya logistik.
“Kalau dipindahkan, akses logistik untuk suplai pangan ke Balikpapan akan jauh lebih cepat dan efisien,” tegasnya.
Selain aspek distribusi, relokasi pelabuhan juga dinilai membuka peluang penataan kawasan pesisir yang lebih modern dan tertata. Kawasan baru tersebut diharapkan dapat menjadi wajah baru pesisir PPU dengan nilai estetika yang lebih baik.
Rudy menambahkan, jika ditata secara optimal, kawasan tersebut berpotensi menjadi area pesisir yang fungsional sekaligus menghadirkan panorama kawasan industri Balikpapan, termasuk kilang minyak yang menjadi salah satu refinery terbesar di Indonesia.
“Kalau ditata dengan baik, ini bisa jadi wajah baru kawasan pesisir yang indah dan fungsional,” tambahnya.
Wacana pemindahan pelabuhan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Kaltim dalam memperkuat peran Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama dalam mendukung sektor logistik dan distribusi barang.
Meski demikian, rencana tersebut masih akan melalui kajian lanjutan yang mencakup aspek teknis, lingkungan, serta kesiapan infrastruktur pendukung sebelum dapat direalisasikan.
















