portnews.id — Kementerian Perhubungan mulai menelaah rencana pembangunan 40 pelabuhan laut di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas kawasan perbatasan dan meningkatkan akses transportasi antarpulau.
Proses kajian diawali dengan pelaksanaan pra studi melalui survei lapangan yang dilakukan tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di sejumlah titik pelabuhan di Natuna. Tahapan ini bertujuan memetakan kondisi eksisting sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pembahasan dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor Bupati Natuna secara luring dan daring. Forum ini difokuskan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait, menelaah lokasi potensial, serta menyusun skala prioritas pembangunan pelabuhan.
Kegiatan tersebut melibatkan tim survei Kemenhub, perangkat daerah Kabupaten Natuna, Kantor Pertanahan, Badan Pusat Statistik, hingga Stasiun Meteorologi Maritim Natuna. Sementara secara virtual, diskusi juga diikuti oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kementerian Perhubungan.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan tim Kemenhub sebelumnya telah meninjau langsung sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Pulau Seluan, untuk melihat kondisi infrastruktur pelabuhan di lapangan.
Menurutnya, forum tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah terkait kebutuhan penguatan sarana transportasi laut bagi masyarakat Natuna.
Ia menyoroti keterbatasan fasilitas pelabuhan yang hingga kini masih menjadi kendala di sejumlah wilayah. Akibat minimnya infrastruktur, aktivitas bongkar muat penumpang maupun distribusi barang di beberapa daerah masih harus dilakukan di tengah laut, terutama menggunakan kapal kecil.
Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berisiko, khususnya saat cuaca kurang bersahabat, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Di beberapa kecamatan, seperti Pulau Panjang, mobilitas warga termasuk anak-anak sekolah masih sangat bergantung pada kondisi pasang surut air laut.
Cen menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal rencana pembangunan tersebut hingga masuk tahap realisasi. Menurutnya, sebagai daerah kepulauan dengan jarak antarkecamatan yang dipisahkan lautan, Natuna membutuhkan penguatan infrastruktur pelabuhan secara menyeluruh.
Ia berharap pembangunan pelabuhan nantinya dapat meningkatkan pelayanan publik, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
















