portnews.id — Masyarakat pesisir menggelar tradisi Larung Sembonyo di Pelabuhan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (23/4), sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa untuk keselamatan dan kelimpahan hasil laut.
Dalam prosesi tersebut, nelayan bersama warga melarung dua tumpeng besar berisi hasil bumi ke laut. Tumpeng yang dikenal sebagai buceng lanang dan buceng wadon itu menjadi simbol keseimbangan dan harapan akan keberkahan bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Tradisi Larung Sembonyo merupakan ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial budaya nelayan di wilayah Prigi. Prosesi ini tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur atas hasil tangkapan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap laut sebagai sumber penghidupan utama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan kirab budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari nelayan, tokoh adat, hingga pemerintah setempat. Setelah itu, tumpeng dibawa menuju laut menggunakan perahu untuk kemudian dilarung sebagai puncak acara.
Dalam pelaksanaannya, petugas dan panitia turut membantu proses pelarungan, mengingat ukuran tumpeng yang besar serta tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan tradisi tersebut.
Selain memiliki nilai spiritual, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Kehadiran pengunjung turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya sektor UMKM dan pariwisata di kawasan pesisir Prigi.
Melalui pelaksanaan Larung Sembonyo, masyarakat berharap hasil tangkapan ikan ke depan semakin melimpah serta aktivitas melaut dapat berjalan aman dan lancar. Tradisi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan bersama.
















