portnews.id — Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mendorong penguatan infrastruktur Pelabuhan Rakyat di Kendari, Sulawesi Tenggara, melalui penambahan dermaga guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus kapal.
Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas dan aktivitas logistik di kawasan. Secara teknis, Pelabuhan Rakyat Kendari juga dinilai memiliki keunggulan, terutama dari sisi kedalaman alur yang mencapai sekitar 12 meter serta tingkat sedimentasi yang relatif rendah.
“Dari sisi teknis, pelabuhan ini cukup baik. Kedalaman sekitar 12 meter dan sedimentasinya kecil, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih optimal,” ujarnya saat Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR di Kendari, Rabu (22/4).
Ia menyoroti antrean kapal yang masih cukup tinggi sebagai salah satu tantangan utama. Untuk itu, penambahan dermaga dinilai menjadi solusi realistis dalam meningkatkan kapasitas sandar sekaligus mempercepat perputaran kapal di pelabuhan.
“Penambahan dermaga perlu dipertimbangkan agar kapal dapat bergantian sandar lebih cepat dan aktivitas pelabuhan menjadi lebih efisien,” jelasnya.
Mori menilai kebutuhan anggaran untuk pembangunan dermaga tambahan masih dalam skala terukur jika dibandingkan dengan manfaat yang akan diperoleh, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi logistik.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, ia optimistis Pelabuhan Rakyat Kendari dapat semakin berperan sebagai simpul penting dalam jaringan transportasi laut nasional.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan pelabuhan, termasuk dalam penyelesaian aspek administratif seperti lahan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan mempercepat realisasi pengembangan pelabuhan secara menyeluruh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
















