PortNews.id — Upaya menjaga keselamatan pelayaran terus diperkuat. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (Marine Inspector) pada 20–22 April 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas peningkatan kapasitas, tetapi menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan setiap kapal yang beroperasi di perairan Indonesia memenuhi standar kelaiklautan dan keselamatan yang semakin dinamis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa Marine Inspector memegang peran vital sebagai “garda depan” dalam sistem keselamatan pelayaran. Menurutnya, kualitas pemeriksaan kapal sangat ditentukan oleh kompetensi dan integritas para petugas di lapangan.
“Setiap kapal yang berlayar harus benar-benar memenuhi persyaratan teknis dan standar keselamatan. Di sinilah peran Marine Inspector menjadi sangat krusial,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi harus berjalan seiring dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan standar global yang terus berkembang. Hal ini dinilai penting untuk mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang aman dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Masyhud mengingatkan pentingnya penerapan prinsip 3P dalam pelaksanaan tugas, yakni Peduli Regulasi, Peduli Organisasi, dan Peduli SDM. Prinsip ini diharapkan menjadi landasan dalam menjaga kualitas layanan pemeriksaan keselamatan kapal yang profesional dan transparan.
Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menjelaskan bahwa Bimtek ini dirancang sebagai forum pembekalan teknis sekaligus penyelarasan pemahaman terhadap perkembangan terbaru di bidang keselamatan kapal.
“Materi yang disampaikan mencakup update regulasi kelaiklautan kapal serta perkembangan informasi keselamatan, baik dari sisi nasional maupun internasional. Harapannya, ini bisa langsung diimplementasikan dalam tugas di lapangan,” jelasnya.
Sebanyak 385 peserta dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun daring. Para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, termasuk dari Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran dan AMSAT.
Melalui kegiatan ini, Ditjen Hubla ingin memastikan bahwa kualitas pemeriksaan keselamatan kapal di Indonesia tetap konsisten, sekaligus mampu menjawab tantangan sektor maritim yang semakin kompleks.***

















