PortNews.id — Upaya memperkuat layanan kepelabuhanan di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) terus dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi satelit guna menjawab tantangan keterbatasan jaringan di kawasan tersebut.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kantor UPP Kelas III Korido dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (21/4). Kesepakatan tersebut diteken oleh Kepala UPP Korido, Willem Thobias Fofid, bersama Direktur PSN, Heru Dwi Kartono, dan disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.
Dirjen Masyhud menyebut kerja sama ini sebagai tonggak baru dalam transformasi digital di lingkungan Ditjen Hubla. Untuk pertama kalinya, teknologi satelit dimanfaatkan secara langsung dalam mendukung operasional Unit Penyelenggara Pelabuhan, khususnya di wilayah 3TP.
Menurutnya, posisi Pelabuhan Korido sangat strategis sebagai simpul logistik di kawasan Pasifik. Namun, kendala geografis selama ini membuat akses terhadap jaringan komunikasi menjadi terbatas.
“Dengan dukungan satelit, hambatan sinyal yang selama ini mengganggu proses pelaporan dan layanan administrasi di pelabuhan dapat diatasi. Harapannya, operasional menjadi lebih efisien dan data bisa dipantau secara real-time,” ujar Masyhud.
Hal senada disampaikan Willem. Ia menilai kerja sama ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, tetapi juga solusi konkret atas tantangan yang selama ini dihadapi wilayah perbatasan.
“Digitalisasi layanan pelabuhan sangat bergantung pada konektivitas. Dengan teknologi satelit, kami optimistis layanan akan lebih andal, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan terestrial,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya penguatan kedaulatan data dalam sektor maritim. Informasi terkait pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, hingga layanan angkutan laut dinilai sebagai aset strategis yang harus dikelola secara aman dan terintegrasi.
Sementara itu, Heru menegaskan kesiapan PSN dalam mendukung transformasi digital sektor maritim nasional. Ia menyebut akses komunikasi yang stabil menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, hingga perlindungan data nasional.
Melalui kolaborasi ini, PSN berkomitmen menghadirkan layanan konektivitas yang inklusif dan mampu menjangkau wilayah-wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Dengan hadirnya dukungan satelit di Pelabuhan Korido, Ditjen Hubla optimistis layanan kepelabuhanan di wilayah timur Indonesia akan semakin terkoneksi, sekaligus memperkuat pengawasan dan keselamatan pelayaran secara menyeluruh.***

















