portnews.id — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) mengangkat peran cargo owners sebagai faktor kunci dalam mendorong efisiensi pelabuhan nasional dalam Seminar Nasional Kepelabuhanan 2026 yang digelar di Jakarta, 18 April 2026.
Pada Sesi I seminar, ABUPI membahas isu strategis terkait peran cargo owners dalam meningkatkan efektivitas rantai pasok dan layanan pelabuhan nasional.
Diskusi ini menghadirkan perwakilan lintas sektor, yakni regulator dan asosiasi pengguna jasa, di antaranya M. Anto Julianto dari Kementerian Perhubungan, Manumpak Manurung (GAPKI), Tulus Situmeang (APBI), Fajar Budiono (INAPLAS), Djoko Widajatno S (APNI), serta Faruq Hidayat (HKI), dengan moderator Okke Permadhi.
Forum tersebut menegaskan bahwa kebutuhan cargo owners harus menjadi acuan utama dalam pengembangan layanan pelabuhan, baik dari sisi konektivitas, efisiensi biaya, maupun keandalan operasional.
Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan bahwa pelabuhan dituntut mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.
“Pelabuhan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri. Sinergi antara regulator, operator, dan pengguna jasa menjadi kunci untuk menciptakan layanan yang efisien dan berdaya saing,” ujarnya.
Melalui forum ini, ABUPI mendorong adanya penyelarasan kebijakan, penguatan konektivitas hulu-hilir, serta peningkatan kualitas layanan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung ekonomi nasional.
















