portnews.id — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) kembali mendorong kolaborasi sektor kepelabuhanan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Kepelabuhanan dalam rangkaian Rakernas ABUPI 2026.
Pada Sesi II yang akan digelar 22 April 2026, ABUPI mengangkat topik “Layanan dan Inovasi Pelabuhan untuk Mendukung Rantai Pasok Nasional”.
Forum ini menghadirkan pembicara dari regulator dan pelaku industri, di antaranya Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Muhammad Masyhud, yang membahas arah kebijakan dan regulasi dalam penguatan layanan kepelabuhanan.
Selain itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, akan memaparkan transformasi layanan pelabuhan nasional untuk meningkatkan daya saing. Dari sisi industri, hadir Edi Rivai (PT Chandra Asri Pacific Tbk) yang membahas kebutuhan efisiensi dan kepastian layanan, serta Adi Darma Shima (PT Indika Logistic & Support Services) terkait inovasi logistik terintegrasi dalam mendukung rantai pasok nasional.
Pembicara lainnya yakni Noor Fuad (PT Krakatau Bandar Samudera) yang akan membahas optimalisasi operasional dan kapasitas pelabuhan, serta Bani Maulana Mulia (PT Samudera Indonesia Tbk) mengenai peran shipping line dalam mendorong efisiensi rantai pasok. Sesi ini dimoderatori oleh Juliana Sofhia Damu.
Diskusi akan berfokus pada penguatan standar layanan pelabuhan, percepatan digitalisasi, serta peningkatan kolaborasi antar pelaku usaha guna menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan industri.
Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan regulator dengan kebutuhan dunia usaha.
“Sinergi antara regulator dan pelaku usaha menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi pelabuhan nasional yang efisien dan berdaya saing,” ujarnya.
Melalui forum ini, ABUPI mendorong langkah konkret dalam peningkatan kualitas layanan dan inovasi pelabuhan sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.
















