portnews.id — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kepelabuhanan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ABUPI 2026 pada 22–23 April 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi, Mendorong Transformasi Pelabuhan Nasional” sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kinerja pelabuhan dan konektivitas nasional.
Seminar Nasional tersebut akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan, mulai dari regulator, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), asosiasi pengguna jasa, hingga akademisi. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk menghimpun masukan, mengevaluasi layanan, serta merumuskan arah transformasi pelabuhan nasional.
Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran strategis dalam sistem rantai pasok nasional.
“Transformasi pelabuhan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga pelayanan, kemitraan, dan kepercayaan dalam sistem rantai pasok nasional. Pelabuhan harus menjadi mitra strategis dalam memperlancar arus barang dan memperkuat konektivitas ekonomi nasional,” ujarnya.
Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, Muhammad Willy, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan arah kebijakan sektor kepelabuhanan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan arah kebijakan dalam menghadapi tantangan sektor kepelabuhanan ke depan. Melalui sinergi lintas sektor, kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung sistem rantai pasok nasional yang efisien dan berdaya saing,” ungkapnya.
Seminar Nasional ABUPI 2026 akan terbagi dalam tiga sesi diskusi strategis yang membahas peran dan kebutuhan pengguna jasa pelabuhan, layanan dan inovasi pelabuhan, serta sinergi antar pemangku kepentingan dalam sistem distribusi nasional.
Melalui kegiatan ini, ABUPI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pelabuhan nasional yang modern, efisien, dan berdaya saing global.
















