portnews.id — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ABUPI 2026 sebagai forum strategis untuk memperkuat arah kebijakan dan peran organisasi dalam mendukung pengembangan sektor kepelabuhanan nasional.
Rakernas tahun ini mengusung tema “Strategi Wujudkan Aksi” yang menegaskan komitmen ABUPI untuk tidak hanya merumuskan gagasan, tetapi juga memastikan implementasi langkah nyata yang berdampak bagi industri pelabuhan di Indonesia.
Kegiatan ini akan difokuskan pada sejumlah agenda utama, antara lain evaluasi program kerja organisasi sebagai dasar peningkatan kinerja, penetapan strategi dan rencana aksi tahun 2026 yang terarah dan terukur, serta penguatan peran ABUPI dalam mendukung kebijakan kepelabuhanan nasional.
Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan bahwa Rakernas menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyelaraskan langkah organisasi dengan dinamika sektor kepelabuhanan.
“Rakernas ini menjadi titik penting untuk memastikan bahwa setiap program ABUPI memiliki arah yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata. Kami ingin memastikan ABUPI hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong kebijakan dan pengembangan pelabuhan nasional,” ujarnya.
Ketua Panitia Rakernas ABUPI 2026, Muhamad Willy, menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang untuk menghasilkan output yang konkret dan aplikatif.
“Rakernas ini kami rancang tidak hanya sebagai forum evaluasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi dan penyusunan langkah strategis yang implementatif. Harapannya, hasil Rakernas dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan sektor pelabuhan nasional,” ungkapnya.
Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat ekosistem kepelabuhanan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong efisiensi dan daya saing nasional.
Melalui Rakernas ABUPI 2026, ABUPI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi pelabuhan Indonesia yang lebih modern, terintegrasi, dan adaptif terhadap dinamika global.
















