PortNews.id — PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) terus memperluas peran strategisnya dalam mendukung kelancaran distribusi mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia. Fokus terbaru perusahaan diarahkan ke wilayah timur, khususnya perairan Kolonodale di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, serta Muara Pegah dan Muara Muntai di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi layanan, tetapi juga respons terhadap meningkatnya aktivitas industri tambang dan kepadatan lalu lintas kapal di kawasan tersebut. Sejak awal 2026, layanan penundaan dan pemanduan kapal mulai dioptimalkan di Kolonodale, sementara wilayah Kalimantan Timur telah lebih dulu berjalan sejak akhir 2025.
Direktur Komersial, Operasi dan Teknik Pelindo Marine, Elvin Syah Putra, menegaskan bahwa kesiapan armada dan kru menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran operasional di perairan dengan tingkat kompleksitas tinggi.
“Operasional di wilayah seperti ini membutuhkan ketepatan, pengalaman, dan kesiapan armada. Kami memastikan setiap layanan berjalan aman dan efisien,” ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran Pelindo Marine juga mendapat sambutan positif dari regulator setempat. Kepala Kantor UPP Kelas III Kolonodale, Bobby Riyatman, menilai layanan pemanduan dan penundaan kapal yang profesional sangat membantu meningkatkan keselamatan pelayaran di tengah padatnya aktivitas kapal.
Menurutnya, dukungan armada yang memadai tidak hanya berdampak pada aspek keselamatan, tetapi juga mempercepat arus logistik, khususnya distribusi nikel yang menjadi komoditas unggulan wilayah tersebut.
Senada, Senior Manajer Komersial Pelindo Marine, Dhika Ramadhany Putra, menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan pendekatan layanan yang spesifik.
“Morowali Utara dikenal sebagai kawasan dengan potensi nikel besar, sementara Muara Pegah dan Muara Muntai menjadi jalur penting distribusi batu bara. Kami menyesuaikan layanan agar tepat guna di masing-masing titik,” jelasnya.
Tak hanya melayani kapal pengangkut nikel, aktivitas di Kolonodale juga mencakup berbagai jenis muatan lain. Pelaksana Administrasi Pengawakan dan Operasi Wilayah Kendari Pelindo Marine, Muamar, menyebutkan bahwa layanan penundaan turut mencakup kapal bermuatan minyak dan gas, alat berat, hingga kapal penumpang.
“Semua layanan kami jalankan dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap regulasi pelayaran,” ujarnya.
Melalui penguatan layanan ini, Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir sebagai penyedia jasa, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga rantai pasok energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.***











