PortNews.id — Upaya memperkuat konektivitas di wilayah kepulauan terus dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh. Kerja sama terbaru ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengoperasian KMP Aceh Hebat I yang berlangsung di Kantor Pusat ASDP Jakarta, Selasa (7/4).
Kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal, khususnya di wilayah Aceh yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.
Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas kelanjutan operasional, tetapi juga upaya memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.
“Sinergi ini kami dorong agar layanan penyeberangan semakin responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan,” ujarnya.
KMP Aceh Hebat I sendiri melayani lintasan Simeulue–Calang, salah satu jalur penting yang menopang mobilitas warga sekaligus distribusi logistik. Dalam periode Januari hingga Maret 2026, kapal ini telah mengangkut hampir 10 ribu penumpang dan lebih dari 3.500 kendaraan, menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan tersebut.
Executive Director Regional I ASDP, Theresia Damayanti, menambahkan bahwa keberlanjutan kerja sama ini juga diiringi dengan peningkatan standar operasional.
“Kami memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan tetap menjadi prioritas. Perbaikan fasilitas kapal, sistem pemeliharaan, hingga peningkatan kompetensi SDM terus kami lakukan,” jelasnya.
Dari pihak pemerintah daerah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, T. Robby Irza, menilai kolaborasi ini sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Layanan penyeberangan dinilai berperan besar dalam memperlancar distribusi barang serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui kerja sama yang terus diperkuat, ASDP ingin memastikan layanan penyeberangan tidak hanya berjalan stabil, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik nasional.***

















