portnews.id — Kapal layar latih TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, bersandar di Dermaga 104 Pelabuhan Belawan, Medan, Minggu (5/4), dalam rangka misi internasional ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 dan latihan praktik Kartika Jala Krida (KJK) 2026.
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) sebagai subholding PT Pelindo (Persero) memastikan kesiapan fasilitas dan layanan kepelabuhanan guna mendukung kelancaran kunjungan kapal tersebut.
Kedatangan KRI Bima Suci tidak hanya menjadi bagian dari agenda pelayaran internasional, tetapi juga momentum untuk mendorong minat dan literasi masyarakat di bidang kemaritiman, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya.
Kapal ini mengusung misi “Sailing Together for Navy Brotherhood” dengan membawa taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam pelayaran diplomasi ke berbagai negara. Selain menjalankan fungsi militer dan pelatihan, KRI Bima Suci juga membuka akses kunjungan bagi masyarakat umum melalui program tour ship.
Dalam pelayaran ini, KRI Bima Suci turut mengikutsertakan lebih dari 20 kadet mancanegara serta pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berperan dalam memperkenalkan budaya nasional kepada dunia internasional selama pelayaran, sebelum dijadwalkan turun di Sri Lanka.
Pelabuhan Belawan menjadi titik pemberangkatan terakhir di dalam negeri dalam rangkaian rute internasional tahun ini. Setelah bertolak pada Rabu (8/4), Satgas KJK akan melanjutkan pelayaran ke sejumlah negara, antara lain Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, dan Filipina, sebelum kembali ke Surabaya.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan operasional, mulai dari fasilitas dermaga hingga dukungan terhadap aktivitas kunjungan masyarakat.
“Kami menyambut kehadiran KRI Bima Suci sebagai momentum untuk memperkuat literasi dan diplomasi maritim. Kunjungan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda serta menegaskan peran strategis Pelabuhan Belawan sebagai gerbang maritim di wilayah barat Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi Pelabuhan Belawan sebagai simpul penting dalam mendukung konektivitas dan diplomasi maritim Indonesia di tingkat internasional.
















