portnews.id — Arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk belum benar-benar mereda meski masa posko mudik telah berakhir. Justru, sejak pagi hingga siang hari, pergerakan kendaraan masih padat dengan dominasi truk logistik yang menuju Pelabuhan Ketapang.
Hingga pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan dari arah utara terpantau mengular hingga sekitar 12 kilometer. Selain truk, bus dan kendaraan pribadi juga terus berdatangan, membuat kepadatan berlangsung cukup intens.
Lonjakan ini terjadi setelah pembatasan operasional kendaraan logistik sumbu tiga ke atas resmi dicabut. Sebelumnya, aturan tersebut berlaku selama periode 13–29 Maret 2026, dan kini berdampak pada tingginya volume truk yang kembali beroperasi secara bersamaan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan peningkatan jumlah kendaraan logistik menjadi faktor utama yang memicu antrean di pelabuhan. Meski begitu, kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan melalui penyesuaian operasional.
“Setelah pembatasan dicabut, truk logistik meningkat cukup signifikan. Ini berdampak pada antrean, tapi tetap bisa kami atasi dengan penguatan manajemen operasional,” ujarnya.
Sejumlah langkah cepat pun dilakukan. ASDP bersama regulator dan operator kapal mengatur ulang pola layanan, mulai dari optimalisasi sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan trip, hingga pengerahan kapal tambahan.
Saat ini, sebanyak 36 kapal dioperasikan untuk melayani penyeberangan. Dari jumlah tersebut, 10 kapal di Dermaga 4 menerapkan pola TBB guna mempercepat proses bongkar muat. Selain itu, enam kapal perbantuan juga dikerahkan untuk memperkuat layanan.
Pengaturan arus kendaraan tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga di darat. Buffer zone di kawasan Bulusan dioptimalkan sebagai area penyangga, khususnya untuk menampung truk logistik sebelum masuk ke pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa skema ini membantu menjaga ritme pergerakan kendaraan sekaligus memberi waktu istirahat bagi pengemudi.
Di Bulusan, kendaraan diatur dalam dua skema. Sebagian langsung diberangkatkan melalui dermaga setempat, sementara sisanya dialihkan ke Dermaga LCM sesuai kebutuhan operasional.
Pada Selasa pagi, tercatat sekitar 380 kendaraan—didominasi truk besar dan sedang—berada di buffer zone Bulusan, dan jumlahnya terus bertambah. Sementara itu, pergerakan kendaraan dari tollgate menuju dermaga terpantau padat, dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit.
Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+8 (30 Maret 2026), jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 56.197 orang atau naik 5,2 persen. Sementara total kendaraan tercatat 17.608 unit, meningkat 2,1 persen.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+8, total penumpang mencapai 624.717 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 171.921 unit.
Dari total reservasi kendaraan melalui platform Ferizy sebanyak 183.810 unit, sekitar 171.921 unit telah terlayani. Sementara itu, masih ada potensi sekitar 11.889 kendaraan yang diperkirakan akan menyeberang hingga H+10.
ASDP mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket secara online, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal. Kesiapan fisik dan kendaraan juga diingatkan agar perjalanan tetap aman.
Dengan penguatan layanan di sisi laut dan pengaturan di darat, ASDP memastikan arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan lancar meski di tengah tingginya volume kendaraan.***

















