portnews.id — Pergerakan penumpang angkutan laut di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 selama Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan. Hingga H+10, total penumpang yang dilayani mencapai 758.291 orang, naik 10,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 686.770 orang.
Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya kepercayaan terhadap layanan pelabuhan. Di saat yang sama, Pelindo Regional 4 juga melakukan penyesuaian di sisi operasional dan pengamanan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kesiapan layanan dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, koordinasi yang berjalan baik menjadi faktor penting dalam menjaga pelayanan tetap aman dan nyaman selama periode puncak Lebaran.
“Jumlah penumpang hingga H+10 mencapai 758 ribu lebih, meningkat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi seluruh stakeholder dalam memastikan layanan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Dari sisi sebaran, lima pelabuhan dengan trafik penumpang tertinggi selama periode ini adalah Balikpapan dengan 106.369 orang, Ambon 100.196 orang, dan Makassar 98.157 orang.
Sementara itu, Parepare mencatat 79.320 penumpang dan Ternate sebanyak 73.469 orang.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang naik mencapai 412.013 orang, sedangkan penumpang turun tercatat 346.278 orang. Puncak arus terjadi pada H-8 (13 Maret 2026) dengan 46.949 penumpang, sementara arus balik tertinggi terjadi pada H+8 (29 Maret 2026) sebanyak 41.739 orang.
Tak hanya penumpang, pergerakan kapal juga mengalami peningkatan. Hingga H+10, total kapal yang dilayani mencapai 1.077 unit atau naik tipis 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas kapal tertinggi tercatat di Ternate sebanyak 162 unit, disusul Ambon 126 unit, Manado 124 unit, Kendari 89 unit, dan Makassar 73 unit.
Menurut Abdul Azis, kelancaran arus kapal menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga jadwal pelayaran tetap stabil selama masa angkutan Lebaran.
Di sisi lain, Pelindo Regional 4 juga memperkuat sistem pengamanan di seluruh terminal penumpang. Division Head Operasi, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan sejak awal periode angkutan, mulai dari penambahan personel hingga pemetaan titik rawan.
Pengaturan arus kendaraan dan penumpang, pemeriksaan melalui X-Ray, peningkatan patroli, hingga penguatan sistem tanggap darurat menjadi bagian dari upaya yang dilakukan. Selain itu, koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait juga terus ditingkatkan.
Tim respons cepat turut disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama periode arus mudik dan balik. Di saat yang sama, peningkatan layanan juga dilakukan melalui penataan terminal, penambahan fasilitas publik, serta penyediaan informasi secara real time bagi pengguna jasa.
Yusida menegaskan bahwa seluruh proses operasional dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan.
Pelindo Regional 4 memastikan akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan, seiring dengan tren pertumbuhan penumpang yang terus meningkat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.***













