portnews.id — Aktivitas di Terminal Petikemas (TPK) Bitung dan TPK Ternate kembali berjalan normal setelah sempat dihentikan sementara akibat gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis pagi (2/4).
Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan keselamatan pekerja sekaligus memberi ruang bagi pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas dan peralatan terminal. Keputusan ini juga diambil seiring adanya peringatan potensi tsunami serta kebutuhan asesmen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Setelah proses pengecekan selesai dan seluruh aspek dinyatakan aman, kedua terminal kembali dioperasikan. Secara keseluruhan, penghentian layanan berlangsung sekitar lima jam sebelum aktivitas kembali normal.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi yang mengedepankan keselamatan.
“Kami menghentikan operasional sementara untuk memastikan kondisi pekerja dan fasilitas tetap aman pascagempa. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan dinyatakan aman, operasional kini telah kembali berjalan normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Di TPK Ternate, hasil inspeksi menunjukkan fasilitas utama dalam kondisi baik.
Peralatan quay container crane (QCC), struktur dermaga, container yard (CY), hingga area gate dan perkantoran tidak mengalami gangguan berarti. Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat minor, seperti retakan pada dinding terminal penumpang, dan tidak berdampak pada operasional.
Sementara itu, di TPK Bitung, operasional dipulihkan secara bertahap setelah dilakukan asesmen menyeluruh. Secara umum, kondisi terminal dinyatakan aman, meski terdapat beberapa catatan teknis seperti kerusakan pada rel QCC di Dermaga IV serta indikasi retakan pada struktur trestle yang menghubungkan dermaga dengan area penumpukan. Selain itu, sempat terjadi pergeseran pada sejumlah tumpukan peti kemas, namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
Selama kejadian gempa hingga proses pemulihan, tidak terdapat korban jiwa maupun kecelakaan kerja. Hal ini menjadi indikator bahwa prosedur keselamatan berjalan efektif di lapangan.
Pelindo Terminal Petikemas memastikan akan terus memantau kondisi serta menjaga keandalan layanan agar aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan aman dan lancar bagi seluruh pengguna jasa.***











