portnews.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi tidak mengganggu operasional penyeberangan di sejumlah lintasan utama. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan tetap berjalan normal dengan mengedepankan aspek keselamatan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, pada kedalaman 33 kilometer. Getaran sempat memicu peringatan potensi tsunami dan diikuti beberapa gempa susulan.
Merespons kondisi tersebut, ASDP langsung melakukan pemantauan dan koordinasi di lapangan. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa seluruh lini operasional tetap siaga untuk memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Seluruh operasional tetap berjalan dengan pengawasan ketat. Kesiapan armada, personel, serta koordinasi dengan stakeholder menjadi faktor penting agar layanan tetap aman dan terkendali,” ujarnya.
Hasil pengecekan di ASDP Cabang Bitung menunjukkan bahwa fasilitas pelabuhan, termasuk area parkir dan ruang tunggu, dalam kondisi baik. Aktivitas penyeberangan juga tetap berlangsung normal dengan kondisi perairan yang relatif aman.
Sebanyak enam kapal yang melayani 11 lintasan di wilayah tersebut dipastikan dalam kondisi layak operasi. Baik kapal yang sedang sandar maupun yang tengah berlayar dilaporkan aman, dan seluruh awak kapal serta petugas berada dalam kondisi selamat.
KMP Ranaka yang melayani rute Bitung–Tobelo juga tetap beroperasi seperti biasa. Kapal ini sempat berada sekitar 65 mil dari pusat gempa, namun situasi tetap terkendali dan pelayaran berjalan dengan memperhatikan standar keselamatan.
Sementara itu, lintasan Bitung–Ternate yang menjadi salah satu rute tersibuk tetap berjalan normal. Operasional di jalur ini didukung oleh KMP Dalente Woba dan KMP Portlink VIII yang melayani penyeberangan secara terjadwal untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan logistik.
Di wilayah Ternate, operasional pelabuhan Bastiong, Rum, dan Sidangole juga tidak mengalami gangguan. General Manager ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, memastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas maupun armada.
Sebagai langkah antisipasi, ASDP menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai non-operasional, sementara layanan utama tetap berjalan penuh.
“Langkah ini untuk mengantisipasi gempa susulan, namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami jalankan secara optimal,” kata Mushar.
ASDP menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi untuk menjaga kelancaran layanan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
Di tengah situasi tersebut, layanan penyeberangan tetap menjadi penghubung penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, dengan keselamatan sebagai prioritas utama.***

















