portnews.id — Lonjakan mobilitas selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Pelindo Regional 2 berhasil dikelola tanpa gejolak berarti. Kuncinya bukan semata pada kapasitas, tetapi pada bagaimana arus penumpang dan kendaraan didistribusikan secara merata di berbagai pelabuhan.
Selama periode 21–31 Maret 2026, tercatat lebih dari 196 ribu penumpang menggunakan layanan di wilayah ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 151.828 merupakan penumpang berangkat (embarkasi) dan 44.878 penumpang tiba (debarkasi), dengan dukungan hampir 300 kunjungan kapal.
Plh Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyebut kondisi operasional secara umum berjalan terkendali. Ia menilai penyebaran arus ke sejumlah titik menjadi faktor penting yang mencegah terjadinya kepadatan berlebih di pelabuhan tertentu.
“Pergerakan tidak menumpuk di satu lokasi. Ini yang membuat layanan tetap terjaga dan tidak terjadi tekanan berlebih di pelabuhan utama,” jelasnya.
Dalam periode tersebut, Pelabuhan Ciwandan di Banten menjadi titik dengan pergerakan tertinggi, mencapai lebih dari 108 ribu penumpang. Perannya sebagai penghubung utama di lintasan Selat Sunda menjadikannya salah satu simpul paling sibuk selama Lebaran.
Namun secara keseluruhan, trafik penumpang tetap tersebar. Pelabuhan Tanjung Priok menyumbang porsi terbesar sekitar 48 persen, diikuti Pangkal Balam, Pontianak, dan Teluk Bayur. Sementara pelabuhan lain seperti Panjang dan Tanjung Pandan turut menopang pergerakan, meski dengan porsi lebih kecil.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski ada pelabuhan dengan dominasi tertentu, distribusi arus tetap terjaga sehingga tidak memicu antrean ekstrem di satu titik layanan.
Tak hanya penumpang, aktivitas kendaraan juga mengalami peningkatan selama periode ini. Mulai dari sepeda motor hingga angkutan logistik tetap dapat terlayani dengan baik. Hal ini didukung pengaturan operasional di terminal serta koordinasi lintas instansi yang diperkuat selama masa angkutan Lebaran.
Pelindo juga memastikan kesiapan layanan penunjang, seperti kapal tunda dan pandu, yang beroperasi intensif di sejumlah cabang strategis untuk menjaga kelancaran pergerakan kapal.
“Kelancaran logistik juga jadi perhatian kami. Distribusi barang harus tetap berjalan agar pasokan selama Lebaran tetap stabil,” tambah Budi.
Menurutnya, kelancaran arus Lebaran tahun ini tidak lepas dari kombinasi kesiapan fasilitas, optimalisasi sistem layanan, serta kolaborasi erat antara operator pelabuhan, regulator, dan aparat terkait.
Pelindo Regional 2 pun memastikan evaluasi akan terus dilakukan sebagai bahan perbaikan ke depan, seiring komitmen menjaga kualitas layanan dan mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik nasional.***











