portnews.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (Persero) mengambil langkah taktis untuk menjaga pergerakan logistik nasional tetap stabil setelah periode mudik Lebaran. Salah satunya dengan memberikan potongan tarif sebesar 20 persen untuk pengiriman muatan kontainer.
Kebijakan ini berlaku untuk reservasi mulai 27 Maret hingga 30 April 2026, tanpa dibatasi tanggal keberangkatan kapal. Artinya, pelanggan tetap bisa memanfaatkan tarif diskon selama pemesanan dilakukan dalam periode tersebut.
Program ini difokuskan pada muatan dry container dan reefer container yang diangkut menggunakan lima kapal penumpang PELNI, yakni KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Sinabung yang melayani trayek reguler di berbagai wilayah Indonesia, terutama kawasan timur.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menjelaskan bahwa insentif tarif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengantisipasi penurunan aktivitas angkutan barang usai puncak arus mudik.
“Momentum pascalebaran biasanya diikuti dengan penurunan volume logistik. Melalui program ini, kami ingin menjaga agar distribusi barang tetap berjalan dan utilisasi kapal tetap optimal,” ujarnya.
Meski demikian, Ditto menegaskan bahwa potongan harga hanya berlaku untuk komponen tarif fleet. Sementara biaya bongkar muat di pelabuhan tetap mengikuti ketentuan masing-masing operator.
Program ini juga tidak mencakup pengiriman kontainer kosong, mengingat skema tarifnya berbeda. Namun, bagi pelanggan reguler, tidak ada pembatasan kuota selama kapasitas ruang muat kapal masih tersedia.
“Selama slot masih ada di kapal, pelanggan bebas melakukan pengiriman. Ini kami harapkan bisa dimanfaatkan maksimal oleh pelaku usaha,” tambahnya.
Untuk kemudahan layanan, reservasi dapat dilakukan melalui platform MyCargoo di aplikasi PELNI Mobile maupun melalui kantor cabang terdekat.
Melalui insentif ini, PELNI menargetkan tingkat keterisian (load factor) angkutan kontainer di kapal penumpang bisa mencapai minimal 70 persen selama periode pascalebaran.
Lebih jauh, langkah ini juga diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi barang ke berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP) yang selama ini bergantung pada konektivitas angkutan laut.
Sebagai BUMN di sektor pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani ratusan rute dan puluhan pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga menjalankan trayek perintis, tol laut, hingga angkutan logistik khusus guna mendukung konektivitas nasional.***

















