PortNews.id – Pergerakan arus balik Lebaran 2026 terus menunjukkan tren peningkatan. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatat jumlah penumpang yang dilayani pada Senin (30/3) mencapai 27.296 orang.
Angka tersebut naik signifikan sebesar 34,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 20.304 penumpang. Lonjakan ini menjadi salah satu indikator tingginya mobilitas masyarakat dalam fase arus balik tahun ini.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengungkapkan bahwa hingga 30 Maret 2026, total penumpang arus balik untuk periode 23 Maret hingga 6 April telah mencapai 277.549 orang.
“Pencapaian hari ini termasuk yang tertinggi selama masa arus balik. Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Lebaran sejak 6 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 594.547 tiket, yang terdiri dari 541.144 penumpang kapal utama dan 53.403 penumpang kapal perintis,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan ini tidak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut yang disediakan PELNI, khususnya dalam momentum Lebaran.
Ia menambahkan, selama periode Angkutan Lebaran berlangsung, kinerja operasional kapal tetap terjaga dengan baik. Rata-rata ketepatan waktu (on time performance) armada PELNI tercatat mencapai 97 persen.
“Di tengah lonjakan penumpang, kami tetap mengedepankan aspek keselamatan. Seluruh operasional dijalankan dengan prinsip safety first, zero accident serta peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
PELNI juga memastikan bahwa pengaturan kapasitas penumpang di atas kapal tetap sesuai ketentuan. Koordinasi intensif dengan otoritas pelabuhan terus dilakukan guna menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan.
Dengan kesiapan armada dan kru yang optimal, PELNI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Untuk kemudahan akses, tiket kapal PELNI dapat diperoleh melalui berbagai kanal resmi, mulai dari aplikasi PELNI Mobile, website perusahaan, hingga berbagai mitra perbankan dan jaringan ritel nasional.***

















