PortNews.id — Pergerakan arus balik Lebaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih menunjukkan intensitas tinggi hingga H+7. Sejak akhir pekan, antrean kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Ketapang terus bertambah, meski secara umum masih dapat dikendalikan melalui pengaturan operasional yang ketat.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan stabil di tengah lonjakan tersebut. Penguatan armada, pengaturan arus kendaraan, hingga koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama untuk menjaga kelancaran distribusi penumpang dan kendaraan.
Data operasional menunjukkan, puncak pergerakan mulai terlihat sejak H+1 hingga H+6. Pada H+6, tercatat sebanyak 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang menyeberang dalam satu hari—menjadi salah satu titik tertinggi selama periode arus balik tahun ini.
Sementara itu, tren reservasi tiket melalui Ferizy mengindikasikan bahwa arus balik belum sepenuhnya mereda. Dari total 148.054 unit kendaraan yang telah melakukan reservasi sejak H-10 hingga H+10, sebanyak 135.256 unit telah terlayani hingga H+6. Sisanya masih bergerak menuju pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan masing-masing.
Memasuki H+7 (29 Maret 2026) hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 22.804 penumpang telah menyeberang dengan total 6.401 unit kendaraan, yang terdiri dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan truk logistik. Secara kumulatif, lebih dari separuh total kendaraan dan penumpang arus balik telah kembali ke Bali.
Di lapangan, kepadatan terlihat di sejumlah titik, terutama pada kendaraan logistik. Namun antrean tetap bergerak berkat penerapan skema prioritas bagi kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP juga mengoptimalkan fungsi buffer zone di beberapa titik seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, Grand Watudodol, hingga area Pusri. Kendaraan barang untuk sementara diarahkan ke lokasi tersebut saat kondisi pelabuhan padat, sebelum kembali dilayani secara bertahap.
Sebanyak 32 kapal dioperasikan guna mendukung kelancaran arus penyeberangan, dengan sebagian di antaranya menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat waktu layanan di dermaga.
Meski tingkat keterisian pelabuhan sempat menyentuh sekitar 90 persen, proses muat tetap berjalan lancar.
ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk membeli tiket melalui Ferizy, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kesiapan selama perjalanan.
Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP optimistis arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat tetap terkendali hingga akhir periode Lebaran, sekaligus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.***

















