PortNews.id — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam menentukan waktu perjalanan arus balik, khususnya di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Peringatan ini berkaitan dengan tradisi Lebaran Ketupat yang umumnya berlangsung sekitar sepekan setelah Idulfitri. Momentum tersebut dinilai berpotensi mendorong pergerakan penumpang dan kendaraan secara bersamaan, terutama dari wilayah Tapal Kuda di Jawa Timur hingga Madura.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan penumpukan kendaraan sangat mungkin terjadi jika perjalanan terkonsentrasi dalam satu periode tertentu.
“Masyarakat sebaiknya tidak terpaku pada hari-hari puncak. Mengatur waktu perjalanan lebih awal atau memilih jadwal alternatif bisa membantu mengurangi kepadatan di pelabuhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, lonjakan yang tidak terdistribusi dengan baik berisiko menimbulkan antrean panjang dan waktu tunggu yang lebih lama, sehingga berdampak pada kenyamanan perjalanan.
Karena itu, perencanaan perjalanan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus balik tahun ini. Menurutnya, kelancaran tidak hanya bergantung pada kesiapan operator dan pemerintah, tetapi juga pada kedisiplinan pengguna jasa.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan terus melakukan berbagai langkah antisipatif di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Upaya tersebut mencakup optimalisasi operasional penyeberangan, termasuk penambahan armada dan pengaturan pola layanan saat terjadi lonjakan.
“Kami berupaya maksimal menjaga layanan tetap optimal. Tapi distribusi arus tetap perlu dukungan dari masyarakat dengan memilih waktu perjalanan yang lebih bijak,” kata Masyhud.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan, melakukan pembelian tiket secara online, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sebagai gambaran, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik di lintasan Jawa–Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026. Pada periode tersebut, pergerakan kendaraan dan penumpang dari Ketapang menuju Gilimanuk diperkirakan meningkat signifikan.
Dengan potensi lonjakan yang masih berlangsung, pengaturan waktu perjalanan dinilai menjadi kunci agar arus balik tetap lancar dan tidak menumpuk di satu waktu.***

















