PortNews.id — Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Bakauheni–Merak mulai menunjukkan pola yang lebih merata. Hingga H+6, mayoritas pemudik tercatat telah kembali ke Pulau Jawa, seiring dengan pengaturan trafik yang berjalan relatif stabil.
Data menunjukkan sebanyak 651.195 penumpang atau sekitar 72 persen telah kembali ke Jawa dari total 898.864 orang yang sebelumnya menyeberang saat arus mudik. Sementara itu, kendaraan yang sudah kembali mencapai 169.385 unit atau sekitar 71 persen dari total 239.920 unit.
Kondisi ini mencerminkan arus balik yang cenderung terkendali, didukung oleh koordinasi intensif antarinstansi serta penerapan berbagai skema pengaturan di lapangan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan peningkatan volume kendaraan dan penumpang memang terjadi, namun masih dalam batas yang bisa dikelola.
“Arus balik terus bergerak, tapi layanan tetap berjalan lancar. Ini berkat kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pengaturan di lapangan,” ujarnya.
Pengaturan lalu lintas juga diperkuat dengan penerapan rekayasa yang fleksibel. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa secara umum kondisi arus balik masih berada dalam kategori lancar.
“Mayoritas masih di zona hijau. Namun kami tetap menyiapkan langkah antisipasi, termasuk delaying system, jika terjadi peningkatan antrean,” jelasnya.
Tak hanya di lintasan Sumatera–Jawa, distribusi arus balik di jalur Jawa–Bali juga berjalan cukup seimbang. Hingga saat ini, sekitar 51 persen pemudik atau 267.968 orang dengan 83.357 kendaraan telah kembali ke Jawa, sementara sisanya masih akan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini berjalan lebih baik, salah satunya karena kesiapan skenario yang diterapkan sejak awal.
“Masih ada sekitar 30 persen pemudik dari Bakauheni yang akan kembali. Seluruh skema seperti buffer zone, delaying system, hingga penambahan kapal sudah disiapkan agar kepadatan bisa diurai,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Bakauheni pada 28 Maret 2026 pukul 00.00–14.00 WIB, total pergerakan penumpang dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga H+6 mencapai 1.085.745 orang, meningkat 2,1 persen dibanding tahun lalu. Jumlah kendaraan juga naik menjadi 259.776 unit atau tumbuh 4 persen.
Adapun pergerakan sebaliknya dari Jawa ke Sumatera tercatat mencapai 1.241.356 penumpang atau naik 2,5 persen, dengan total kendaraan sebanyak 314.209 unit atau meningkat 6,7 persen.
Untuk menjaga kelancaran, ASDP mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari di lintasan Merak–Bakauheni. Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga diterapkan saat terjadi lonjakan, dengan dukungan 1.926 personel gabungan yang bersiaga di kedua pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan stimulus seperti diskon tarif dan penerapan single tarif terbukti membantu mengurai kepadatan.
“Kami juga mengapresiasi pengguna jasa yang sudah tertib membeli tiket melalui Ferizy dan datang sesuai jadwal, karena itu sangat membantu kelancaran di lapangan,” ujarnya.
Dengan masih adanya sekitar 28 persen pemudik yang belum kembali, ASDP memastikan seluruh kesiapan tetap dijaga. Koordinasi lintas sektor dan langkah antisipatif akan terus diperkuat agar arus balik tetap lancar hingga periode Angkutan Lebaran berakhir.***

















