PortNews.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi peningkatan aktivitas logistik pasca Idulfitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan yang digelar di Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis (26/3).
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah memastikan arus kendaraan, khususnya logistik, tetap terkendali seiring kembali normalnya aktivitas industri setelah periode mudik dan arus balik Lebaran. Pelindo menilai fase pasca Lebaran menjadi momen krusial yang berpotensi memicu kepadatan jika tidak diantisipasi secara terintegrasi.
Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, menyebut bahwa peningkatan aktivitas pelabuhan sudah mulai terlihat dan diperkirakan terus bergerak naik dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan harus dilakukan secara kolaboratif agar tidak mengganggu kelancaran distribusi barang.
“Yang kita jaga adalah keseimbangan. Arus logistik harus tetap berjalan, tapi tidak boleh sampai menimbulkan kepadatan di dalam maupun sekitar pelabuhan,” ujarnya.
Sejumlah langkah strategis pun disepakati, mulai dari pengaturan arus kendaraan masuk-keluar pelabuhan, penyesuaian pola operasional terminal, hingga optimalisasi sistem berbasis digital dan pengaturan waktu (time slot). Skema ini diharapkan dapat meminimalkan antrean kendaraan di titik-titik rawan.
Pelindo juga menekankan pentingnya peran seluruh pihak, mulai dari regulator, operator terminal, hingga pengguna jasa, dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar pengendalian lalu lintas tidak berjalan secara parsial.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengendalian operasional secara bertahap, termasuk pengaturan kuota gate pass harian dan sinkronisasi antar terminal.
Selain itu, lanjutnya, pengaturan jadwal sandar kapal juga dilakukan untuk mencegah penumpukan aktivitas di dalam pelabuhan. Upaya ini diharapkan mampu menjaga ritme distribusi logistik tetap stabil tanpa menimbulkan tekanan pada lalu lintas kawasan.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Pelindo optimistis arus logistik pasca Lebaran dapat tetap berjalan lancar, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di salah satu simpul utama logistik nasional tersebut.***












