PortNews.id — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp256,51 miliar atau tumbuh 20,87 persen secara tahunan (YoY), sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan yang mencapai Rp929,96 miliar, naik 12,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar masih berasal dari Branch Tanjung Priok yang menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan, sementara sisanya berasal dari terminal satelit di sejumlah wilayah strategis.
Dari sisi bisnis, segmen kendaraan utuh atau completely built up (CBU) tetap menjadi tulang punggung pendapatan. Selain itu, kontribusi juga datang dari segmen alat berat serta kendaraan komersial seperti truk dan bus, yang memperkuat posisi IPCC dalam rantai logistik otomotif nasional.
Seiring perkembangan industri, tren kendaraan listrik turut menjadi pendorong pertumbuhan. Sepanjang 2025, IPCC tercatat melayani lebih dari 101 ribu unit kendaraan listrik, menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mengakomodasi perubahan menuju ekosistem otomotif yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja juga didorong oleh efisiensi operasional serta penguatan sistem digital, termasuk implementasi platform pembayaran terintegrasi yang mampu mempercepat proses layanan dan meningkatkan transparansi.
Selain itu, kondisi keuangan perusahaan dinilai semakin kuat dengan posisi tanpa utang (debt free), sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan bisnis ke depan. Total aset IPCC juga mengalami kenaikan menjadi Rp2,05 triliun pada akhir 2025.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas capaian tersebut. Ia menilai pertumbuhan ini tidak lepas dari peningkatan kualitas layanan, ekspansi kapasitas, serta integrasi layanan logistik yang terus dilakukan sepanjang tahun.
Di sisi operasional, IPCC juga terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi sistem terminal berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan standar keselamatan kerja. Hal ini turut berkontribusi pada pencapaian layanan tanpa kecelakaan dalam periode panjang bagi salah satu pengguna jasa utama.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menegaskan bahwa perusahaan juga terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan melalui program lingkungan dan sosial. Di antaranya melalui konservasi mangrove serta pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasional.
Dengan kinerja tersebut, IPCC optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem logistik kendaraan di Indonesia.***
















