PortNews.id — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menambah empat unit quay container crane (QCC) di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang. Peralatan bongkar muat berukuran post panamax tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pada pertengahan Maret 2026.
Dengan tambahan ini, total crane di TPK Semarang menjadi 10 unit. Kehadiran alat baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mendukung penanganan kapal peti kemas berukuran besar yang semakin banyak masuk ke pelabuhan.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menjelaskan crane yang didatangkan memiliki spesifikasi untuk melayani kapal generasi besar, dengan jangkauan sekitar 60 meter atau mampu menjangkau lebih dari 16 baris peti kemas dari sisi kapal.
“Dengan kapasitas angkat hingga sekitar 65 ton dan sistem hoisting berkecepatan tinggi, proses bongkar muat diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan peralatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan terminal agar mampu mengikuti pertumbuhan arus peti kemas di wilayah Jawa Tengah.
Saat ini, lanjutnya, keempat crane tersebut masih menjalani tahapan instalasi dan pengujian sebelum dioperasikan secara penuh. Proses tersebut mencakup commissioning hingga integrasi dengan sistem operasional terminal.
Dari sisi industri, peningkatan kapasitas terminal dinilai sejalan dengan pertumbuhan aktivitas manufaktur di Jawa Tengah. Ketua ALFI Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebut potensi kenaikan throughput peti kemas pada 2026 diperkirakan minimal mencapai 10 persen.
“Pertumbuhan kawasan industri seperti Batang, Kendal, dan lainnya akan mendorong peningkatan arus barang, sehingga kesiapan infrastruktur logistik menjadi sangat penting,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pelaku pelayaran. Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang, Yudi Purwanto, menilai penambahan crane akan berdampak pada percepatan layanan kapal di pelabuhan.
Menurutnya, waktu tunggu kapal dapat ditekan dan durasi sandar menjadi lebih singkat, sehingga efisiensi operasional meningkat dan membuka peluang penambahan layanan pelayaran di TPK Semarang.
Dengan penguatan fasilitas ini, Pelabuhan Tanjung Emas diharapkan semakin mampu mendukung kelancaran distribusi logistik serta memperkuat perannya sebagai salah satu pintu utama arus barang di Jawa Tengah.***











