PortNews.id — Pergerakan arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan untuk menjaga kelancaran distribusi penumpang dan kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni.
Berdasarkan data Posko H+1 pada 23 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat mencapai 91.657 orang, naik lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada kendaraan yang mencapai 25.332 unit atau meningkat lebih dari 70 persen.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut tren kenaikan arus balik diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diprediksi terjadi bertahap, terutama pada 24 Maret serta kembali meningkat pada 28 dan 29 Maret 2026.
Hingga H+2 atau 24 Maret pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 50.631 orang, sementara kendaraan mencapai 12.654 unit. Secara keseluruhan, pergerakan arus balik telah mencapai lebih dari 140 ribu penumpang dan puluhan ribu kendaraan, atau sekitar 15 persen dari total trafik arus mudik.
“Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak guna meminimalisasi antrean di pelabuhan,” ujar Heru.
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP menyiapkan operasional kapal antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan kondisi di lapangan. Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) juga diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan mengurai antrean kendaraan.
Pengaturan arus turut diperkuat melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, baik di Bakauheni maupun Merak. Area ini berfungsi sebagai titik pengendalian arus sekaligus verifikasi tiket pengguna jasa sebelum memasuki pelabuhan.
“Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau tidak sesuai jadwal akan diarahkan terlebih dahulu, sementara yang sudah sesuai akan diprioritaskan masuk,” jelas General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba.
Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema tarif tunggal serta pengaturan distribusi kendaraan dan penumpang secara dinamis. Dermaga tambahan disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan trafik secara signifikan.
ASDP kembali mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket lebih awal melalui platform Ferizy, karena tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pemesanan sudah dapat dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+1, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai lebih dari 570 ribu orang dengan total kendaraan lebih dari 127 ribu unit. Sementara arus sebaliknya dari Jawa ke Sumatera juga menunjukkan peningkatan, baik dari sisi penumpang maupun kendaraan.
Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal sehingga arus balik Lebaran dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. ***

















